Influenza, umumnya dikenal sebagai "flu," adalah infeksi virus yang sangat menular pada saluran pernafasan. Meskipun flu mempengaruhi kedua jenis kelamin dan semua kelompok umur, anak-anak cenderung mendapatkan lebih sering daripada orang dewasa. Penyakit ini bahkan memiliki musim sendiri - dari November hingga April, dengan sebagian besar kasus terjadi antara akhir Desember dan awal Maret.Tanda dan Gejala
flu sering bingung dengan pilek biasa, tetapi gejala flu biasanya lebih parah daripada bersin khas dan kekakuan dari flu.
Gejala flu mungkin termasuk:
* Demam
* Menggigil
* Sakit kepala
* Nyeri otot
* Pusing
* Hilangnya nafsu makan
* Kelelahan
* Batuk
* Sakit tenggorokan
* Hidung beringus
* Mual atau muntah
* Kelemahan
* Sakit telinga
* Diare
Bayi dengan flu hanya mungkin tampak sakit tiba-tiba atau "hanya tidak terlihat benar." Flu dibahas di sini bukanlah strain virus sama seperti flu burung.Jangka waktu
Setelah 5 hari, demam dan gejala lain biasanya menghilang, namun batuk dan kelemahan dapat terus. Semua gejala biasanya hilang dalam satu atau dua minggu. Namun, penting untuk mengobati flu serius karena dapat menyebabkan pneumonia dan komplikasi yang mengancam nyawa lainnya, terutama pada bayi, warga senior, dan orang dengan masalah kesehatan jangka panjang.Penularan
Menyebar dengan tetesan yang terinfeksi virus yang batuk atau bersin ke udara, flu menular. Orang yang terinfeksi dengan flu yang menular dari hari sebelum mereka merasa sakit sampai gejala mereka telah diselesaikan (biasanya sekitar 1 minggu untuk orang dewasa, tapi bisa sampai 2 minggu untuk anak-anak muda).
Minggu, 31 Oktober 2010
TBC
Penggunaan Vaksin BCG untuk Pencegahan Tuberculosis
Tuberculosis atau lebih sering disebut dengan TBC adalah infeksi kronis bakteri yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar orang yang terinfeksi oleh bakteri tuberculosis menderita TBC tanpa mengalami gejala, hal ini yang disebut dengan latent tuberculosis. Jika daya tahan tubuh mengalami penurunan karena usia, malnutrisi, infeksi seperti HIV, atau karena faktor lain, bakteri akan aktif dan menyebabkan active tuberculosis.
TBC seperti telah disebutkan sebelumnya disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru. Akan tetapi, bakteri tuberculosis juga dapat menyerang bagian lain tubuh seperti ginjal, spine, dan otak.
TBC menyebar melalui udara dari satu orang ke orang lainnya. Bakteri tuberculosis terdapat pada udara ketika orang dengan active tuberculosis mengalami batuk atau bersin. Orang-orang yang ada di sekitarnya mungkin menghirup udara yang mengandung bakteri ini dan selanjutnya menjadi terinfeksi.
Pada orang yang terinfeksi oleh bakteri tuberculosis, secara alamiah tubuh memiliki mekanisme pertahanan untuk melawan perkembangan bakteri. Akibatnya bakteri menjadi inaktif, tetapi masih tetap tinggal di dalam tubuh. Inilah yang disebut dengan latent tuberculosis. Pasien yang mengalami latent tuberculosis memiliki ciri-ciri:
1. Tidak mengalami gejala TBC.
2. Tidak merasa sakit.
3. Tidak dapat menyebarkan bakteri tuberculosis.
4. Biasanya pada PPD test (tuberculosis skin test reaction) memberikan hasil positif.
5. Pada beberapa kasus, dapat mengalami perkembangan menjadi active tuberculosis jika tidak menerima terapi.
Apabila pasien yang tidak menerima pengobatan, mengalami penurunan daya tahan tubuh maka latent tuberculosis akan berkembang menjadi active tuberculosis. Active tuberculosis adalah kondisi di mana sistem imun tubuh tidak mampu untuk melawan bakteri tuberculosis yang terdapat dalam tubuh, sehingga menimbulkan infeksi terutama pada bagian paru-paru. Gejala untuk active tuberculosis meliputi :
1. Batuk berkepanjangan selama 3 minggu atau lebih.
2. Nyeri pada bagian dada.
3. Batuk berdahak atau berdarah.
4. Penurunan berat badan.
5. Demam, menggigil, dan berkeringat pada malam hari.
6. Kelelahan dan kehilangan selera makan.
Diagnosis untuk TBC dapat dilakukan dengan Tuberculin test dan Uji mikrobiologi.
CARA KUMAN TBC MEMASUKI TUBUH
Ditularkan melalui udara. Para penderita TBC seringkali batuk. Dari batuk inilah, kuman TBC terhirup sampai paru-paru oleh anak-anak yang sehat. Sehingga kuman TBC ini akan masuk melalui paru-paru. Paru-paru inilah yang merupakan tempat yang lazim bagi infeksi TBC
TBC juga dapat ditularkan melalui susu. Cara penyebarannya melalui susu yang tidak steril (biasanya hanya dipanaskan sampai 60 derajat celcius). Susu ini kemudian dikonsumsi oleh orang yang sehat. Dalam hal ini usus merupakan tempat yang pertama. Kuman TBC ini melalui sapi yang menderita TBC.
Awasi juga, kuman TBC juga bisa masuk melalui kulit terbuka. Kuman TBC yang masuk akan masuk menjadi sel infeksi,pada perjalanan selanjutnya, kuman akan tidur. Pada fase inilah yang sangat berbahaya, karena saat tubuh lemah, kuman akan menginfeksi kekebalan tubuh manusia.
Bronchitis
Definisi Bronchitis
Bronchitis adalah penyakit pernapasan dimana selaput lendir pada saluran-saluran bronchial paru meradang. Ketika selaput yang teriritasi membengkak dan tumbuh lebih tebal, ia menyempitkan atau menutup jalan-jalan udara yang kecil dalam paru-paru, berakibat pada serangan-serangan batuk yang disertai oleh dahak yang tebal dan sesak napas. Penyakit mempunyai dua bentuk: akut (berlangsung kurang dari 6 minggu) dan kronis (kambuh seringkali untuk lebih dari dua tahun). Sebagai tambahan, orang-orang dengan asma juga mengalami peradangan lapisan dari tabung-tabung bronchial yang disebut asthmatic bronchitis.Bronchitis akut bertanggung jawab untuk batuk kering dan produksi dahak yang adakalanya disertai infeksi pernapasan bagian atas. Pada kebanyakan kasus-kasus infeksi berasal dari virus, namun adakalanya ia disebabkan oleh bakteri. Jika sebaliknya anda dalam kesehatan yang baik, selaput lendir akan kembali normal setelah anda telah sembuh dari infeksi awal paru, yang biasanya berlangsung beberapa hari.
Bronchitis kronis adalah kekacauan jangka panjang yang serius yang seringkali memerlukan perawatan medis yang teratur.
Jika anda adalah seorang perokok dan mendapat bronchitis akut, akan lebih sulit untuk anda sembuh. Bahkan satu isapan pada rokok adalah cukup untuk menyebabkan kelumpuhan sementara dari struktur-struktur yang seperti rambut halus dalam paru-paru anda, yang disebut cilia, yang bertanggung jawab untuk menyikat keluar puing-puing, iritan-iritan, dan lendir yang berlebihan.
Jika anda melanjutkan merokok, anda mungkin melakukan kerusakan yang cukup pada cilia ini untuk mencegah mereka dari berfungsi dengan benar, jadi meningkatkan kesempatan-kesempatan anda mengembangkan bronchitis kronis. Pada beberapa perokok-perokok berat, selaputnya terus meradang dan cilia akhirnya berhenti berfungsi semuanya. Tersumbat dengan lendir, paru-paru kemudian menjadi mudah diserang infeksi-infeksi virus dan bakteri, yang melalui waktu mengubah/menyimpangkan dan merusak secara permanen saluran-saluran udara paru. Kondisi permanen ini disebut penyakit rintangan paru kronis atau COPD (chronic obstructive pulmonary disease). Dokter anda dapat melakukan tes pernapasan, yang disebut spirometry, untuk melihat apakah anda telah mengembangkan COPD.
Bronchitis akut adalah sangat umum diantara keduanya anak-anak dan kaum dewasa. Kekacauan sering dapat dirawat secara efektif tanpa bantuan medis dokter. Bagaimanapun, jika anda mempunyai gejala-gejala yang berat/parah atau gigih atau jika anda membatukan darah, anda harus mengunjungi dokter anda. Jika anda menderita dari bronchitis kronis, anda berisiko mengembangkan persoalan-persoalan kardiovaskular serta penyakit-penyakit dan infeksi-infeksi paru yang lebih serius, anda harus dimonitor oleh dokter.
Apa Yang Menyebabkannya ?
Bronchitis akut umumnya disebabkan oleh infeksi-infeksi paru; kira-kira 90% dari infeksi-infeksi ini berasal dari virus, 10% dari bakteri. Bronchitis kronis mungkin disebabkan oleh satu dari beberapa faktor-faktor. Serangan-serangan yang berulang dari bronchitis akut, yang melemahkan dan mengiritasi saluran-saluran udara bronchial melalui waktu, dapat berakibat pada bronchitis kronis.Polusi industri adalah tertuduh lainnya. Bronchitis kronis ditemukan dalam angka-angka yang lebih tinggi daripada normal diantara pekerja-pekerja tambang, pedagang-pedagang biji padi-padian, pembuat-pembuat cetakan metal, dan orang-orang lain yang terus menerus terpapar pada debu. Namun penyebab utama adalah merokok sigaret yang berat dan berjangka panjang, yang mengiritasi tabung-tabung bronchial dan menyebabkan mereka menghasilkan lendir yang berlebihan. Gejala-gejala dari bronchitis kronis juga memburuk oleh konsentrasi yang tinggi dari sulfur dioxide dan polutan-polutan lain di atmosfir.
Gejala-Gejala Bronchitis
Gejala-gejala bronchitis termasuk yang berikut:
- Batuk yang sering dan menghasilkan lendir
- Kekurangan tenaga
- Suara mencuit-cuit ketika bernapas, yang mungin atau mungkin tidak hadir
- Demam, yang mungkin atau mungkin tidak hadir
Bagaimana Saya Dapat Mengurangi Risiko Mendapatkan Bronchitis ?
- Jangan merokok.
- Jangan mengizinkan orang lain merokok dirumah anda.
- Jauhi dari atau mengurangi waktu anda disekitar benda-benda yang mengiritasi hidung, tenggorokan, dan paru-paru anda, seperti debu atau binatang-binatang kesayangan.
- Jika anda mendapat selesma, istirahat yang banyak.
- Minum obat anda persis seperti yang diberitahu oleh dokter.
- Makan makanan yang sehat.
- Cuci tangan-tangan anda sesering mungkin.
- Jangan berbagi makanan, cangkir-cangkir, gelas-gelas atau alat-alat makan lainnya.
Perawatan-Perawatan
Perawatan konvensional untuk bronchitis akut mungkin terdiri dari tindakan-tindakan sederhana seperti mendapatkan istirahat yang banyak, meminum banyak cairan-cairan, menghindari asap rokok dan asap-asap, dan mungkin mendapatkan resep untuk inhaled bronchodilator dan/atau sirup batuk. Pada kasus-kasus yang berat dari bronchitis kronis, steroid-steroid yang diisap atau oral untuk mengurangi peradangan dan/atau suplemen oksigen mungkin diperlukan. Pilihan-pilihan alternatif yang besar membantu menghilangkan ketidaknyamanan yang mendampingi namun tidak merawat infeksi-infeksi.Jumat, 29 Oktober 2010
Penyakit Pneumonia
Pengertian Pneumonia
Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi "inflame" dan terisi oleh cairan. Pneumonia dapat juga disebabkan oleh iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau terlalu banyak minum alkohol. Namun penyebab yang paling sering ialah serangan bakteria streptococcus pneumoniae, atau pneumokokus.
Penyakit Pneumonia sering kali diderita sebagian besar orang yang lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki penyakit kronik sebagai akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh (Imun), akan tetapi Pneumonia juga bisa menyerang kaula muda yang bertubuh sehat. Saat ini didunia penyakit Pneumonia dilaporkan telah menjadi penyakit utama di kalangan kanak-kanak dan merupakan satu penyakit serius yang meragut nyawa beribu-ribu warga tua setiap tahun.
# Terjadinya Penyakit Pneumonia
Cara penularan virus atau bakteri Pneumonia sampai saat ini belum diketahui pasti, namun ada beberapa hal yang memungkinkan seseorang beresiko tinggi terserang penyakit Pneumonia. Hal ini diantaranya adalah :
1. Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS dan para penderita penyakit kronik seperti sakit jantung, diabetes mellitus. Begitupula bagi mereka yang pernah/rutin menjalani kemoterapy (chemotherapy) dan meminum obat golongan Immunosupressant dalam waktu lama, dimana mereka pada umumnya memiliki daya tahan tubuh (Immun) yang lemah.
2. Perokok dan peminum alkohol. Perokok berat dapat mengalami irritasi pada saluran pernafasan (bronchial) yang akhirnya menimbulkan secresi muccus (riak/dahak), Apabila riak/dahak mengandung bakteri maka dapat menyebabkan Pneumonia. Alkohol dapat berdampak buruk terhadap sel-sel darah putih, hal ini menyebabkan lemahnya daya tahan tubuh dalam melawan suatu infeksi.
3. Pasien yang berada di ruang perawatan intensive (ICU/ICCU). Pasien yang dilakukan tindakan ventilator (alat bantu nafas) 'endotracheal tube' sangat beresiko terkena Pneumonia. Disaat mereka batuk akan mengeluarkan tekanan balik isi lambung (perut) ke arah kerongkongan, bila hal itu mengandung bakteri dan berpindah ke rongga nafas (ventilator) maka potensial tinggi terkena Pneumonia.
4. Menghirup udara tercemar polusi zat kemikal. Resiko tinggi dihadapi oleh para petani apabila mereka menyemprotkan tanaman dengan zat kemikal (chemical) tanpa memakai masker adalah terjadi irritasi dan menimbulkan peradangan pada paru yang akibatnya mudah menderita penyakit Pneumonia dengan masuknya bakteri atau virus.
5. Pasien yang lama berbaring. Pasien yang mengalami operasi besar sehingga menyebabkannya bermasalah dalah hal mobilisasi merupakan salah satu resiko tinggi terkena penyakit Pneumonia, dimana dengan tidur berbaring statis memungkinkan riak/muccus berkumpul dirongga paru dan menjadi media berkembangnya bakteri.
# Tanda dan Gejala Penyakit Pneumonia
Gejala yang berhubungan dengan pneumonia termasuk batuk, sakit dada, demam, dan kesulitan bernafas. Sedangkan tanda-tanda menderita Pneumonia dapat diketahui setelah menjalani pemeriksaan X-ray (Rongent) dan pemeriksaan sputum.
# Penanganan dan Pengobatan Penyakit Pneumonia
Penanganan dan pengobatan pada penderita Pneumonia tergantung dari tingkat keparahan gejala yang timbul dan type dari penyebab Pneumonia itu sendiri.
1. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri akan diberikan pengobatan antibiotik. Pengobatan haruslah benar-benar komplite sampai benar-benar tidak lagi adanya gejala atau hasil pemeriksaan X-ray dan sputum tidak lagi menampakkan adanya bakteri Pneumonia, jika tidak maka suatu saat Pneumonia akan kembali diderita.
2. Pneumonia yang disebabkan oleh virus akan diberikan pengobatan yang hampir sama dengan penderita flu, namun lebih ditekankan dengan istirahat yang cukup dan pemberian intake cairan yang cukup banyak serta gizi yang baik untuk membantu pemulihan daya tahan tubuh.
3. Pneumonia yang disebabkan oleh jamur akan mendapatkan pengobatan dengan pemberian antijamur.
Disamping itu pemberian obat lain untuk membantu mengurangi nyeri, demam dan sakit kepala. Pemberian obat anti (penekan) batuk di anjurkan dengan dosis rendah hanya cukup membuat penderita bisa beristirahat tidur, Karena batuk juga akan membantu proses pembersihan secresi mucossa (riak/dahak) diparu-paru.
Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi "inflame" dan terisi oleh cairan. Pneumonia dapat juga disebabkan oleh iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau terlalu banyak minum alkohol. Namun penyebab yang paling sering ialah serangan bakteria streptococcus pneumoniae, atau pneumokokus.
Penyakit Pneumonia sering kali diderita sebagian besar orang yang lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki penyakit kronik sebagai akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh (Imun), akan tetapi Pneumonia juga bisa menyerang kaula muda yang bertubuh sehat. Saat ini didunia penyakit Pneumonia dilaporkan telah menjadi penyakit utama di kalangan kanak-kanak dan merupakan satu penyakit serius yang meragut nyawa beribu-ribu warga tua setiap tahun.
# Terjadinya Penyakit Pneumonia
Cara penularan virus atau bakteri Pneumonia sampai saat ini belum diketahui pasti, namun ada beberapa hal yang memungkinkan seseorang beresiko tinggi terserang penyakit Pneumonia. Hal ini diantaranya adalah :
1. Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS dan para penderita penyakit kronik seperti sakit jantung, diabetes mellitus. Begitupula bagi mereka yang pernah/rutin menjalani kemoterapy (chemotherapy) dan meminum obat golongan Immunosupressant dalam waktu lama, dimana mereka pada umumnya memiliki daya tahan tubuh (Immun) yang lemah.
2. Perokok dan peminum alkohol. Perokok berat dapat mengalami irritasi pada saluran pernafasan (bronchial) yang akhirnya menimbulkan secresi muccus (riak/dahak), Apabila riak/dahak mengandung bakteri maka dapat menyebabkan Pneumonia. Alkohol dapat berdampak buruk terhadap sel-sel darah putih, hal ini menyebabkan lemahnya daya tahan tubuh dalam melawan suatu infeksi.
3. Pasien yang berada di ruang perawatan intensive (ICU/ICCU). Pasien yang dilakukan tindakan ventilator (alat bantu nafas) 'endotracheal tube' sangat beresiko terkena Pneumonia. Disaat mereka batuk akan mengeluarkan tekanan balik isi lambung (perut) ke arah kerongkongan, bila hal itu mengandung bakteri dan berpindah ke rongga nafas (ventilator) maka potensial tinggi terkena Pneumonia.
4. Menghirup udara tercemar polusi zat kemikal. Resiko tinggi dihadapi oleh para petani apabila mereka menyemprotkan tanaman dengan zat kemikal (chemical) tanpa memakai masker adalah terjadi irritasi dan menimbulkan peradangan pada paru yang akibatnya mudah menderita penyakit Pneumonia dengan masuknya bakteri atau virus.
5. Pasien yang lama berbaring. Pasien yang mengalami operasi besar sehingga menyebabkannya bermasalah dalah hal mobilisasi merupakan salah satu resiko tinggi terkena penyakit Pneumonia, dimana dengan tidur berbaring statis memungkinkan riak/muccus berkumpul dirongga paru dan menjadi media berkembangnya bakteri.
# Tanda dan Gejala Penyakit Pneumonia
Gejala yang berhubungan dengan pneumonia termasuk batuk, sakit dada, demam, dan kesulitan bernafas. Sedangkan tanda-tanda menderita Pneumonia dapat diketahui setelah menjalani pemeriksaan X-ray (Rongent) dan pemeriksaan sputum.
# Penanganan dan Pengobatan Penyakit Pneumonia
Penanganan dan pengobatan pada penderita Pneumonia tergantung dari tingkat keparahan gejala yang timbul dan type dari penyebab Pneumonia itu sendiri.
1. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri akan diberikan pengobatan antibiotik. Pengobatan haruslah benar-benar komplite sampai benar-benar tidak lagi adanya gejala atau hasil pemeriksaan X-ray dan sputum tidak lagi menampakkan adanya bakteri Pneumonia, jika tidak maka suatu saat Pneumonia akan kembali diderita.
2. Pneumonia yang disebabkan oleh virus akan diberikan pengobatan yang hampir sama dengan penderita flu, namun lebih ditekankan dengan istirahat yang cukup dan pemberian intake cairan yang cukup banyak serta gizi yang baik untuk membantu pemulihan daya tahan tubuh.
3. Pneumonia yang disebabkan oleh jamur akan mendapatkan pengobatan dengan pemberian antijamur.
Disamping itu pemberian obat lain untuk membantu mengurangi nyeri, demam dan sakit kepala. Pemberian obat anti (penekan) batuk di anjurkan dengan dosis rendah hanya cukup membuat penderita bisa beristirahat tidur, Karena batuk juga akan membantu proses pembersihan secresi mucossa (riak/dahak) diparu-paru.
Penyakit Emfisema
Emfisema adalah penyakit yang gejala utamanya adalah penyempitan (obstruksi) saluran napas, karena kantung udara di paru menggelembung secara berlebihan dan mengalami kerusakan yang luas.
-GEJALA
Pada awal gejalanya serupa dengan bronkhitis Kronis
Napas terengah-engah disertai dengan suara seperti peluit
Dada berbentuk seperti tong, otot leher tampak menonjol, penderita sampai membungkuk
Bibir tampak kebiruan
Berat badan menurun akibat nafsu makan menurun
Batuk menahun.
-PENYEBAB
Bronkhitis Kronis yang berkaitan dengan merokok
Mengisap asap rokok/debu
Pengaruh usia.
-KOMPLIKASI
Sering mengalami infeksi ulang pada saluran pernapasan
Daya tahan tubuh kurang sempurna
Proses peradangan yang kronis di saluran napas
Tingkat kerusakan paru makin parah.
-YANG DAPAT ANDA LAKUKAN
Konsultasi ke dokter
Minum obat untuk mengatasi kesulitan bernapas (resep dokter)
Bila anda merokok, berhenti merokok untuk seterusnya
Menurunkan berat badan.
-PENCEGAHAN
Berhenti merokok
Patuhi perturan keamanan di tempat kerja seperti memakai masker.
Langganan:
Postingan (Atom)